Saya sokong Khalid kekal MB - Presiden PAS

KHAIRUL AZLAM MOHAMAD | 25 Julai 2014

IMAGE

BERIKUT transkrip penuh sidang media Presiden PAS di kediamannya di Rusila, Marang pagi tadi berhubung isu jawatan Menteri Besar Selangor.

PERISTIWA

Please update your Flash Player to view content.

ENGLISH SECTION

Please update your Flash Player to view content.

Firecrackers: HIT lodges police report

Harakah Investigative Team (HIT) | 26 Julai 2014

The holy month of Ramadan has been largely peaceful and quiet, and the people were able to sleep largely uninterrupted compared to last year. Perhaps it was the stringent check at the country’s...

Takwa ciri utama Presiden RI

Abdul Shukur Harun .

 

Di tengah-tengah suasana rakyat Malaysia sedang menunggu pengumuman PRU Ke-13, elok juga jika kita meninjau suasana di negara serumpun, Indonesia – yang juga akan mengadakan Pemilu (Pilihanraya) Presiden pada 2014.

 

Perlumbaan parti-parti politik di sana sudah mulai kelihatan, lebih-lebih lagi di sana ada 48 parti politik yang pelbagai, termasuk parti yang bernuansa Islam seperti PKS, PPP dan beberapa lagi. Pemilu di sana itu tentunya dalam suasana pesta demokrasi, justru demokrasi di negara jiran itu sangat subur.

 

Yang turut meriahkan suasana awal Pemilu itu ialah kemunculan nama-nama besar di bidang seni yang turut berhasarat untuk menjadi calon Presiden. Antaranya Raja Dangdut, Haji Rhoma Irama dan Seniman Rakyat, Iwan Fals yang terkenal dengan lagunya, ‘Siang Di Seberang Istana’.

 

Namun di kalangan para intelektual di sana sangat prihatin mengenai ketokohan calon yang akan merebut tahta Presiden. Umpamanya, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang diasaskan oleh B. J. Habibie, menyampaikan empat kriteria calon presiden (Capres) Indonesia 2014. Kriteria Capres itu dibacakan dalam akhir majlis Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) 2012 ICMI baru-baru ini.

 

Mantan Ketua Presedium ICMI Nanat Fatah Natsir menyatakan, kriteria pertama ialah Capres harus beriman, bertakwa, dan memiliki visi ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Nanat lagi, ilmu pengetahuan penting, tetapi perlu dilandasi iman dan takwa. "Supaya membawa manfaat bagi umat," katanya, kelmarin.

 

Kedua, syarat Capres 2014 perlu tokoh yang bersih dan mampu serta mahu membersihkan dirinya dari rasuah dan penyelewengan. Menurut ICMI, Indonesia perlu memilih orang yang bersih supaya tidak mengamalkan rasuah. Selain itu, perlu membersihkan kerana orang yang bersih belum tentu mahu dan mampu membersihkan.

 

Kriteria ketiga, Capres perlu mampu membangun diri sendiri dan kedaulatan bangsa. ICMI berpendapat, Indonesia saat ini masih bergantung pada barang-barang import, karena itu harus diubah. Kriteria terakhir, capres adalah tokoh yang memiliki rekam jejak dan sejarah hidup yang baik.

 

Ini sebuah harapan ICHMI, sebuah badan intelektual yang berpengaruh. Harapan itu tentunya dikongsi oleh ramai pihak.

 

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay mengharapkan masyarakat supaya tidak memilih partai yang rasuah dan melakukan 'money politics'. "Pemuda Muhammadiyah berharap agar rakyat semakin cerdas dalam menyalurkan aspirasi politiknya," kata Saleh Partaonan Daulay dihubungi oleh media di Jakarta kelmarin.

 

Menurut Saleh, partai-partai yang berusaha 'menyuap' rakyat dengan 'money politics' sudah saatnya diberi hukuman dengan cara tidak memilih mereka lagi. Saleh mengatakan partai politik seperti itu perlu dihukum. Apalagi partai-partai itu juga tidak memberikan sumbangan positif dalam membangun negeri ini.

 

"Rakyat sedang menanti dan melihat siapa dan parti apa yang betul-betul memberi perhatian kepada mereka. Parti-parti itulah yang akan menjadi pilihan mereka," katanya.

 

Menurutnya, parti yang baik adalah partai yang paling sedikit amalan rasuahnya. Sebab, hampir semua partai politik di Indonesia melakukan rasuah. Karena itu, dia mengharapkan masyarakat mencermati apa yang dilakukan oleh partai-partai pada 2013. Parti yang baik, katanya, adalah parti yang konsisten bekerja untuk ke rakyat.

 

"Dalam konteks ini, parti yang memperhatikan rakyat dan peduli kepada rakyat diyakini tidak akan melakukan korupsi dan ini menjadi pilihan," ujarnya.

 

Dia menjangkakan suhu politik pada 2013 akan semakin memanas abila dibandingkan 2012. "Menurut pendapat saya, panggung politik di 2013 begitu jauh berbeza dari 2012. Malah, di pertengahan tahun, suasana politik akan semakin terasa," katanya.

 

Menurut Saleh, pada 2013, parti-parti politik dan pemimpin politik akan berupaya untuk mempertahankan kedudukan masing-masing. Menurut Saleh, fenomena politik di akhir 2012 yang banyak goncangan politik seperti perseteruan antara anggota parlimen dan beberapa orang menteri akan terus berlanjutan pada 2013.

 

Sementara itu juga, pakar politik Indonesia, Firman Noor menjangkakan tidak ada tokoh baru calon presiden yang akan muncul pada 2013, iaitu calon yang boleh dibawa ke Pemilihan Presiden 2014.

 

"Saya fikir calon-calon yang akan diusung masih yang itu-itu juga. Tidak akan ada tokoh baru yang muncul pada 2013," kata Firman Noor lagi.

 

Pengkaji di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menyatakan, Pemilihan Presiden 2014 akan menjadi Pemilu yang membosankan. Karena, tokoh yang bersaing adalah tokoh yang itu-itu saja.

 

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah boleh memperkirakan siapa-siapa saja yang akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.

 

"Pemilu 2014 akan sangat membosankan. Menurut saya, 'the real game'-nya baru akan terjadi pada 2019," ujarnya.

 

Firman Noor menyatakan tokoh yang diketengahkan oleh parti-partai besar sudah boleh diramal. Partai Golkar sudah memastikan akan mengusung Ketua Umum Aburizal Bakrie, begitu pula PDI Perjuangan yang kemungkinan mencalonkan semula Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

 

Dalam kaji selidik oleh Soegeng Sarjadi Syndicate, populariti Prabowo Subianto mengatasi bekas Presiden, Megawati Soekarnoputri dan bekas Naib Presiden, Jusuf Kalla.

 

Prabowo, yang juga bekas pegawai tinggi tentera darat Indonesia yang berpangkat jeneral tiga bintang dan bekas menantu Soeharto itu dipilih oleh 25.8 peratus daripada 2,192 responden sebagai calon presiden Indonesia 2014 kerana dianggap tegas dan berani membuat keputusan.

 

Sementara itu, Ketua Umum Parti Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati, berada di kedudukan kedua dengan mendapat 22.4 peratus sokongan, Jusuf Kalla tokoh dari Parti Golkar di tempat ketiga dengan 14.9 peratus sokongan manakala Ketua Umum Parti Golkar, Aburizal Bakrie mendapat 10.6 peratus sokongan.

 

Aburizal sedang diketengahkan oleh Golkar sebagai calonnya dalam Pemilu akan datang, walaupun mendapat bantahan daripada penyokong Jusuf Kalla.